Talkshow Welcome Andalas

Dedi Candra
16 Februari 2007 –Salah satu acara pameran dan promosi konservasi badak di Botanical Square Bogor adalah talkshow yang diadcimg4159.jpgakan tanggal 16 Februari 2007.
Nara sumber  talkshow adalah: Widodo S Ramono, Nico Van strien, FX Harry, Faustina Ida dengan pembawa acara Okky. Acara yang hanya 1 jam terasa sangat cepat karena antusias peserta menanyakan tentang keberadaaan badak di Indonesia. Disini Wako hanya menampilkan beberapa pertanyaan yang banyak ditanyakan.
Berapa variable minimum (Size) dari suatu species terutama badak?
Jumlah minimum per spesies sekitar 2.500 ekor, jadi jumlah badak Indonesia yang saat ini sekitar 250 ekor (200 ekor badak sumatera dan 50 ekor badak jawa) tentu saja ini diambang kepunahan.
Jika habitat di Ujung kulon musnah, karena akhir-akhir ini banyak bencana alam, kira-kira dimanakah tempat second population untuk badak jawa? Sudah adakah penelitian tentang habitat baru tersebut?
Akhir-akhir ini memang banyak terjadi bencana alam seperti tsunami dan itu bisa membuat ujung kulon musnah, untuk second population sudah ada wacana untuk dipindah ke TN G halimun dan ke Sumatera (Jambi)
Dengan badak jawa di ujung kulon yang populasinya hanya sekitar 50 ekor, maka dikawatirkan adanya inbreeding dan terjadinya kerusakan genetic, bagaimana cara mengatasinya?
Masalah utama dan krusial badak jawa memang in breeding, tetapi dengan upaya konservasi dan dukungan semua pihak maka kita bisa berusaha mengatasinya, seperti halnya dengan badak India yang dahulunya 20-30 ekor sekarang ada 700 ekor, dan di Afrika badak putih yang dulunya 30-50 ekor sekarang 17.000 ekor.
Sampai dimanakah kepedulian masyarakat terhadap badak? Masih adakah perburuan terhadap badak?
Di taman nasional telah dibentuk Rhino Protection Unit (RPU) dan Rhino Monitoring and Protection Unit RMPU, mereka adalah unit-unit yang terdiri dari masyarakat juga, sehingga masyarakat turut berpartisipasi didalamnya.
Bagaimana Andalas hidup ditempat barunya di Indonesia: apakah bisa beradaptasi?
Andalas beradaptasi dengan suhu, tetapi hal itu tidak perlu terlalu dikawatirkan karena sudah ditangani dengan baik dan Andalas saat ini sedang ada di Los Angeles yang suhunya juga hangat. (Warta konservasi edisi V Maret 2007)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: