Gajahku ……..

Dedi Candra
image11771.jpgSuatu areal yang dipagari kanal besar dan dalam, itulah rumah bagi 61 ekor gajah di Pusat Latihan Gajah Way Kambas. Bak sebuah kerajaan besar disana ada hirarki kehidupan, disana ada sang penguasa, ada sang raja. Tetapi kini keadaaan sedang tak menentu, beberapa jantan besar mulai berebut kekuasaaan maklum beberapa waktu lalu sang Raja yang telah lama bertahta “ Sengtong” telah tiada. Disana juga ada “kartijah” sang ibu bijaksana, dia adalah allow mother (ibu asuh) sejati bagi gajah-gajah kecil yang bermasalah, cocok sekali nama itu karena kartijah berarti kartininya gajah. Kini kartijah sedang mengasuh “Braja” jantan kecil yang ditemukan didalam sumur warga. Braja sangat dekat dengan kartijah bahkan sangat dekat, jangan coba-coba mengganggu Braja, Kartijah akan murka. Oo ya kabarnya kartijah sedang hamil juga, tentu Braja akan sangat senang mempunyai adik kecil.

Menyinggung sang raja baru, dari beberapa kandidat sepertinya “ Tony” yang akan naik tahta, ketika masa mash, Toni mulai beringas, dahulu tidak seperti itu karena dulu ada Sengtong. Ada juga beberapa gajah kecil lagi yang hidup disana.
Pagar kanal juga menarik karena sebelumnya tidak ada. Kanal ini dibuat untuk membuat batas atau areal yang terisolasi dari sekelilingnya, mencegah “kerbau liar” beraktivitas di kandang gajah, juga untuk menghindari gangguan gajah liar. Populasi yang banyak tentu bukan tidak bermasalah, perlu penanganan yang serius dari semua pihak bukan hanya TNWK, partisipasi dan kontribusi dari semuanya dalam bentuk apapun sangat diperlukan, mari kita bangun PLG dan gajah kita sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Bayangkan saja memberi makan 61 ekor gajah bukan perkara mudah, apalagi perawatannya terutama kesehatan, perlu keseriusan dan perhatian penuh. Sekarang bukan masanya saling menghujat dan menjatuhkan, banyak sekali yang katanya pemerhati satwa berkomentar miring bahkan menghujat, itu tidak cukup untuk menolong PLG, silahkan saja siapapun berkomentar tetapi tolong beri juga solusinya bahkan kalau perlu action langsung. Semoga gajahku tetap survive… tetap lestari… tetap abadi….
(Warta konservasi edisi V Maret 2007)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: