GAJAH MENARI DI BAKAUHENI

Dedi Candra
Lampung memang gjg-bakau-wako3-2.jpgidentik dengan gajah, apapun kegiatan atau acara besar di daerah Lampung hampir pasti menampilkan atraksi gajah dan tentu saja gajahnya gajah jinak dan pintar dari Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas. Seperti ketika pembukaan festival Krakatau ke-XV yang dipusatkan di pelabuhan Bakauheni tepatnya di Darmaga IV pada tanggal 27 Agustus 2005. 15 ekor gajah Way Kambas memeriahkan acara tersebut. Festival kali ini mencoba membuat nuansa berbeda dari pergelaran tahun-tahun sebelumya, salah satu pertimbangan diadakannya di Bakauheni – Lampung Selatan adalah pelabuhan tersebut merupakan pintu gerbang dari Jawa dan Sumatera, diharapkan kegiatan ini dapat menarik wisatawan yang cukup besar ke “Bumi Ruwa Jurai”.
Festival kali ini menampilkan utusan seluruh daerah tingkat II di Lampung, menampilkan sendra tari yang dipadukan dengan atraksi gajah. Ceritanya dengan skenario perang gajah antara dua kerajaan yang dipimpin oleh Pangeran Liman Sakti dengan gajah andalannya Gardala melawan Raja Adiguna Samber Jagat. Dalam cerita perang gajah tersebut, kerajaan Liman Sakti direbut ol
eh Raja Adiguna Samber Jagat, maka terjadilah perang yang sangat dahsyat dan akhirnya Pangeran Liman Sakti dapat merebut kerajaannya kembali berkat Gardala. (Warta konservasi edisi IV December 2006)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: