Back to Jungle

Dedi Candra
30 Agustu
s pict9899.jpg2007Andalas sang phenomenal sejak 30 Mei 2007 mulai dilepaskan kelokasi hutan sebenarnya setelah melewati masa karantina dan adaptasi selama hampir 3 bulan. Sejak kedatangannya tanggal 21 Februari 2007 dari kebun binatang Los Angeles Amerika, Andalas badak muda berumur hampir 6 tahun ini banyak belajar tentang hidup dialam yang sebenarnya. Awalnya dia sangat takut terhadap hutan luas maklum sebelumnya hanya memiliki lokasi yang kecil, dia sangat takut dengan gelap maklum di Amerika selalu tersedia lampu penerangan, dia sangat takut mendengar bunyi ranting kering yang diinjaknya sendiri maklum dia tidak pernah memiliki tempat yang banyak semaknya, dia sangat takut jauh dari keepernya maklum dia selalu diawasi, dia sangat marah melihat babi hutan maklum di termpat asalnya tidak ada satwa lain di lokasinya kecuali dia sendiri dan masih banyak lagi kejadian-kejadian aneh dan lucu mengawal proses pengenalan Andalas terhadap hutan belantara. Babi hutan memang sangat dimusuhi oleh Andalas, ketika melihat dan mencium bau mahkluk ini, Andalas akan langsung mengejar dengan meninggalkan aktivitas yang dia lakukan sebelumnya, ini menjadi kendala tersendiri bagi petugas dalam mengajarkannya terhadap hutan Way Kambas, karena apabila dia sudah marah bukan hanya babi yang diuber tetapi keeper juga diserang dan tentu saja ini berbahaya. Dengan bobot hampir 700 kg tentu saja akan fatal kalau tertabrak. Syukur Alhamdullillah kondisi Andalas secara umum baik dan dia mulai banyak memakan tumbuhan asli Way Kambas terutama jenis Ficus dan akar-akaran tapi tentu saja Apple harus selalu tersedia karena itu sangat disukainya.
Ketika dikenalkan dengan salah satu badak betina “ Rosa”, Andalas merasa aneh, “wah ada juga mahkluk sepertiku” batin Andalas, mungkin sebelumnya dia anggarp hanya dia sendiri yang hidup dihutan luas Way Kambas. Tentu saja i
ni membangkitkan Adrenalinnya…langsung saja keceriaan dan ketertarikannya bertambah dan secara naluri Andalas mulai urin (kencing-red) seperti badak jantan umumnya (yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya) yaitu dengan menggosok-gosokkan kepalanya kededaunan, kemudia urin sambil menggaruk-garukkan kaki belakangnya ketanah. Semua yang melihat bertepuk tangan sambil tertawa karena urinnya masih memancar kesana-kemari “ wah… kencingnya belum lurus” celetuk salah seorang keeper yang memonitornya.
Waktu terus berlalu seiring dengan besarnya harapan terhadap Andalas demi keberhasilan penambahan populasi badak Sumatera yang memang semakin sedikit. Andalas… back to jungle ….  masa depan badak Sumatera ada padamu…….

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: