Andalas sang Indonesian Idol

 

Dedi Candra
Kedat
pdvd_082.jpgangan Andalas memang menghebohkan. Tanggal 20 Februari 2007 adalah kedatangannya setelah menempuh perjalanan panjang dari Los Angeles Zoo Amerika Serikat. Andalas tiba di Indonesia melalui bandara Soekarno-Hatta tepatnya di terminal III cargo, disana pula dilaksanakan acara penyambutan kedatangan Andalas yang bertajuk “Welcome Andalas”. Acaranya sendiri adalah press conference dan penyambutan oleh Bapak MS Kaban Menteri Kehutanan Indonesia. Luar biasa acaranya, hampir seluruh media TV lokal ada, 5 stasiun TV asing, hampir semua media cetak nasional, pencinta satwa liar bahkan Dik Doang presenter yang terkenal sebagai duta lingkungan turut hadir. Dalam kesempatan ini menteri Kehutanan mengatakan inilah yang kita usahakan, jadi ini tantangan bagi para ahli kita dan pakar-pakar kita, pengamat-pengamat bagaimana pengembangbiakan di Indonesia ini bisa berhasil. Kegiatan ini adalah sebuah tantangan dan usaha dengan berhasil memulangkan badak sumatera dari Amerika. Selama ini usaha untuk reproduksi telah dilakukan, tetapi badak jantan (Torgamba) yang didatangkan dari Inggris itu kurang subur. Selanjutnya menteri menambahkan populasi badak sumatera selama lebih kurang 20 tahun terakhir mengalami penurunan yang sangat drastis, diduga penurunan ini mencapai 50 %, penurunan ini terjadi banyak variable: perburuan liar, rusaknya habitat/perambahan hutan/konversi hutan, kebakaran hutan, pencurian-pencurian kayu dalam kawasan hutan.

Andalas tiba di Indonesia sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung diperiksa kelengkapan dokumennya oleh Balai karantina Indonesia. Begitu Andalas keluar dari ruang Cargo, ratusan wartawan sudah menyerbu, kandang yang kecil seakan tenggelam oleh kilauan blitz kamera wartawan. Semua orang ingin melihat sang fenomenal, semua orang ingin dekat dan menyentuhnya. Kedatangan Andalas tepat waktu, selepas magrib Andalas diberi makan oleh bapak menteri dan mulai melanjutkan perjalanan ke SRS TNWK. Iring-iringan rombongan Welcome Andalas menuju pelabuhan merak diiringi rintik hujan yang mengguyur sepanjang perjalanan. Sebelum memasuki pelabuhan Merak Andalas diperiksa pihak karantina pertanian Merak untuk melihat kelengkapan dokumen dan perpindahan antar pulau. Di Merak rombongan tiba lebih cepat dari jadwal kapal yang disewa yaitu pukul 22.00 WIB padahal kapal Jatra III baru sandar pukul 23.00. Waktu menunggu 1 jam dimanfaatkan wartawan untuk wawancara petugas yang mengiringi Andalas. Ramainya wartawan yang ingin meliput dan suasana pelabuhan yang semrawut membuat Andalas sedikit gelisah dan stress, Dokter hewan yang selalu mendampingi Andalas bertindak cepat, Andalas dipindahkan kehalaman kantor ASDP sambil menunggi kapal datang.
Setelah 2 jam mengarungi selat Sunda, rombongan tiba di pelabuhan Bakauheni, disana mobil patroli Polres Lamtim dan polhut sudah menunggu yang akan mengawal perjalanan selanjutnya. Perjalanan terhambat sebentar karena harus diperiksa lagi oleh karantina Lampung. Jalan menuju WK mengalami kerusakan dibeberapa titik sehingga beberapa kali mobil truck pengangkut terguncang. 62 jam tepat dari LA Zoo, Andalas tiba di SRS pagi tanggal 21 Februari 2007, begitu sampai Andalas langsung dibawa kekandang karantina Boma. “Syukur Alhamdulillah semua berjalan lancar sampai Andalas menginjakkan kakinya di tanah Way Kambas” demikian Adi Susmianto Sekdidjen/Direktur KKH Dep Kehutanan. Pak Adi selanjutnya mengatakan “Andalas ini, bisa kita katakan starting point bagi pengembangbiakan yang semi alami difasilitas SRS di Way kambas ini, karena sebelumnya kita belum pernah melakukan hal ini, didunia belum ada yang seperti ini jadi ini adalah yang pertama kali kita mengembalikan hasil captive breeding dari luar negeri ke habitat aslinya”. Harapannya populasi Badak Sumatera dihabitat aslinya akan semakin baik. Dukungan pemerintah sebelumnya sudah disampaikan Dirjen PHKA Arman Malolongan. Pak Dirjen menyampaikan “Kedatangan Andalas ini merupakan salah satu kegiatan yang diprioritaskan pemerintah dalam strategi konservasi Badak Indonesia, yaitu dengan penambahan populasi dari habitat aslinya dan dari hasil penangkaran luar negeri”
Sementara itu ketika ditanya wartawan tentang kemungkinan keberhasilan di masa depan, pakar badak international Nico Van Strien mengatakan “Persentase kami tidak bisa beri, tapi saya kira ada kemungkinan besar berhasil, dia masih muda baru 5 tahun, hormon seperti testosterone sudah diperiksa dan sekarang sudah tinggi. Andalas memerlukan adaptasi 3-6 bulan baru bisa dikeluarkan ke kandang besar setelah itu kami mencoba mendekati dengan betina, harapan saya 1-2 tahun sudah ada badak yang sudah hamil”.
Melihat sambutan dan antusias kedatangan Andalas, pengawal Andalas dari Amerika. DR. Robin WR, DR Curtis Eng dan Steve Romo berujar “ Andalas sang Indonesian Idol” ……..
(Warta konservasi edisi V Maret 2007)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: