Membantu Badak kawin ditemani Ular besar

Aku dapat tugas mengikuti penggabungan badak pada periode ini, malam ini aku ditemani Yuhadi dan mas Dedi, dokter hewan di Sumatran Rhino Sanctuary (SRS). Suasana malam ini memang agak dingin dari biasanya maklum dari siang sampai sore hujan mengguyur kawasan SRS dengan lebatnya. Nyanyian jangkrik dan desingan sayap serangga malam menemani setiap detik waktu yang kami lalui. Malam ini adalah untuk kesekian kalinya penggabugan badak Sumatera di SRS, semoga kali ini badaknya mau kawin dan cepat dapat anak.
Berada satu lokasi dengan dua ekor badak yang sedang melakukan ritual perkawinan bukanlah hal yang mudah, ancaman diseruduk selalu menghantui, maklum awal-awal waktu percumbuan kedua badak biasanya sangat agresif dan sensitif, sudah beberapa kali keepers dikejar badak waktu mengikutinya. Nggiikkk…. Terdengar ringkikan Bina ketika dikejar Torgamba, sejurus kemudian terjadi kepanikan, kami berusaha menghindar agar tidak tertabrak badak yang sedang kejar-kejaran ditengah gelapnya malam, entah ada yang menuntun atau tidak, kami yang tadinya berserakan sama-sama menuju kesatu batang pohon ara yang besar dan berdiri gagah ditengah lokasi penggabungan. Karena banyak akarnya maka kami mendapatkan tempat berpijak dan perpegangan dengan nyaman. Tiba-tiba Yuhadi yang berdiri paling depan melompat cepat padahal dengan badan yang sedikit gemuk agak sulit harusnya dia melompat secepat itu batinku… 5 meter didepan Yuhadi baru bersuara ulo…ulo… katanya berulang-ulang, aku lihat mas Dedi diam terpaku kebingungan maklum ular sanca besar sebesar paha orang dewasa tepat berada dibawahnya, sementara kakiku menginjak ekor satwa melata itu.
Kami bertiga panik dan terkejut. Senter kepala aku arahkan kebawah, benar adanya seekor sanca besar sedang menunggu mangsa sangat jelas terlihat, untung bukan kami yang jadi sasaranya. Dengan gerak perlahan dan hati-hati kami menjauh dari sang ular, baru beberapa langkah menghindar muncul sigembul Torgamba diikuti sicentil Bina dan mereka siap dengan posisi kawin, alamak… kacau ini guman ku… kalau badak kawin sementara ada ular besar disampingnya, tentu akan membahayakan badak dan kami. Satu permasalahan fisik yang dialami Torgamba bahwa dia lebih pendek dari Bina dan Bina tidak mempunyai ekor, sehingga perlu bantuan untuk mengarahkan perkawinannya. Sambil membantu badak kawin dan mata kami tak lepas melirik keberadaaan sang ular disamping sana. Terima kasih ya Allah kata kami, dengan bantuan dan kuasamu telah kau jinakkan seekor ular python besar itu sehingga tidak mencelakai kami, sang ular juga sangat bersahabat tak ada tanda-tanda dia akan menyerang dan kembali ketempat pengintaiannya sampai pagi menjelang. Alam memang bukan untuk ditaklukkan, kita harus bersahabat dengannya sehingga keserasian hidup akan tercapai………..

(Kisah Nyata yang dialami Dedi, Sunar dan Yuhadi – Warta konservasi edisi IV December 2006)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: