BERTEMU SI RAJA RIMBA

Diceritakan oleh Surono
Sore telah lewat dan gimage695.jpgelap mulai datang menjelang suara serangga penghantar malam mulai terdengar. Suatu waktu di bulan Nopember 2004. Surono salah seorang perawat badak di Sumatran Rhino Sanctuary TNWK hendak pulang ke desanya di Plang Ijo untuk libur. Libur bagi karyawan di SRS merupakan hal yang sangat menyenangkan, maklum seminggu lebih mereka berada di tengah hutan jauh dari keramaian dan interaksi dengan manusia lain. Dengan mengendarai motor kesayangannya Surono beranjak meninggalkan lokasi SRS, sekitar 300 meter perjalanan Surono dikejutkan dengan pandangan didepannya. Desiran darah menjalar keseluruh arteri dan menyesakkan dada tapi tak ada rasa ketakutan. 5 meter didepan berdiri gagah seekor Harimau Sumatera jantan dewasa, yang menurut Surono sangatlah besar. Motor berhenti, kedua mahluk yang berbeda ini saling menatap, entah terkejut, takut, bersahabat … tak ada yang tau, tetapi Surono masih saja menatap lurus kedepan. 5 menit berlalu suasana tak berubah bahkan Surono dapat dengan jelas melihat setiap detail tubuh si loreng dan mungkin juga sebaliknya. Wibawa dan karisma yang besar dari sang raja rimba membuat Surono diam dan merasa tak berdaya tapi tetap tak ada rasa takut disana. Senja merambah gelap seiring gerakan sang raja rimba meninggalkan Surono yang masih saja diam terpaku, detik selanjutnya tinggallah Surono di jalan itu dan dengan tenang melanjutkan perjalanan menemui istri dan anak tercinta. Diperjalanan barulah Surono sadar kenapa dia tidak merasa takut? Mungkin dia tahu aku tidak bermaksud jahat kepadanya batin Surono… dan aku memang tidak ada maksud mencelakainya, mungkin juga tuhan melindungiku, entahlah… yang penting aku merasa senang dan takjub bahwa dapat bertemu langsung dengan si raja rimba dalam suasana yang besahabat tanpa konflik. Aku bersyukur menjadi bagian dari segelintir orang yang pernah bertemu dengan Harimau Sumatera dihabitatnya. Dalam hati aku berjanji bukan hanya harimau, tetapi semua satwa liar akan aku jaga dan lindungi menurut cara dan kemampuanku, karena kalau kita bersahabat dengan mereka, mereka juga akan bersahabat. Tuhanku …… kabulkanlah doa hambamu ini…. Selamatkan dan lindungi satwaliar dan habitatnya.. suatu desahan dari seorang yang setia pada pekerjaannya. Sesampai dirumah sang istri bertanya, kenapa kok pucat mas? Rupanya rona wajahku tetap masih terkejut… ahh gak apa-apa jawab Surono sekenanya. Biarlah pengalaman ini tidak diketahui istriku agar dia tidak kawatir nantinya…..DC

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: